<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>V3ist's Travel Blog</title>
	<atom:link href="http://v3ist.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://v3ist.wordpress.com</link>
	<description>Travelling is experiencing life itself</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Feb 2009 07:45:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='v3ist.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9dccd8da79ed8532b60c237d9f41c0a3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>V3ist's Travel Blog</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>WAJAH BARU TAMAN BALEKAMBANG</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2009/02/11/wajah-baru-taman-balekambang/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2009/02/11/wajah-baru-taman-balekambang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 19:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
 
Kota Solo mulai menata dan mempercantik dirinya, dari pemberdayaan aset keindahan yang telah dimiliki sebelumnya, namun terbengkalai karena ketidakpedulian sebelumnya.  Salah satu yang telah selesai diperbaharui adalah Taman Balekambang, yang dalam beberapa dasawarsa terakhir menjadi tempat hiburan malam, yang selalu mendapat cibiran dari masyarakat Solo. 
 
Taman yang di bangun oleh KGPAA. Mangkunegoro VII pada tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=146&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><img class="alignleft size-full wp-image-157" title="img_08431" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_08431.jpg?w=500&#038;h=333" alt="img_08431" width="500" height="333" /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10.5pt;">Kota Solo mulai menata dan mempercantik dirinya, dari pemberdayaan aset keindahan yang telah dimiliki sebelumnya, namun terbengkalai karena ketidakpedulian </span><span style="font-size:10.5pt;">sebelumnya.<span>  </span>Salah satu yang telah selesai diperbaharui adalah Taman Balekambang, yang dalam beberapa dasawarsa terakhir menjadi tempat hiburan malam, yang selalu mendapat cibiran dari masyarakat Solo. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Taman</span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> yang di bangun oleh KGPAA. Mangkunegoro VII pada tanggal 26 Oktober 1921, luasnya hampir mencapai 10 hektare terdiri dari dua bagian, yaitu area danau dinamakan Partinituin (Taman Partini).<span>  </span>Bagian yang lain adalah taman yang dipenuhi oleh pohon-pohon, dinamakan Partinahbos (Hutan Partinah). </span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Taman</span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> itu sebagai perwujudan cinta KGPAA. Mangkunegoro VII kepada kedua putrinya.<span>  </span>Namun dalam perjalanan sejarah, lebih di kenal dengan nama Balekambang (Rumah mengapung).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><img class="size-full wp-image-147 aligncenter" title="Balekambang" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0823.jpg?w=500&#038;h=333" alt="Balekambang" width="500" height="333" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;">Peresmian revitalisasi Taman Balekambang dilakukan pada saat World Heritage Cities Conference and Expo, <span> </span>yang dipusatkan di Solo, ditandai dengan digelarnya Gala Dinner oleh tuan rumah, Pemerintah Kota Solo.<span>  </span>Kini, taman itu telah dikembalikan pada keasliannya, </span><span style="font-size:10.5pt;">sesuai dengan maksud dari pembangunan tersebut.  <span style="font-size:10.5pt;">Di samping bertujuan untuk <span> </span>keasrian dan keindahan </span><span style="font-size:10.5pt;">kota</span><span style="font-size:10.5pt;">, juga dimaksudkan untuk paru-paru </span><span style="font-size:10.5pt;">kota</span><span style="font-size:10.5pt;">, yang dirasakan sangat dibutuhkan untuk </span><span style="font-size:10.5pt;">kota</span><span style="font-size:10.5pt;"> yang sedang berkembang maju diberbagai sektor.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Decak kagum dan keheranan juga disampaikan oleh Puan Maharani, <span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">dalam kunjungannya di jeda waktu berlangsungnya RAKERNAS PDIP di Solo, beberapa saat yang lalu, dimana taman di tengah kota sudah langka diberbagai kota besar di Indonesia, bahkan segaimana penuturan penanggung jawab taman, warisan dari KGPAA. Mangkunegoro VII ini adalah merupakan satu-satunya taman <span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">yang berada di seluruh Propinsi Jawa Tengah. Rakyat Solo patut berbangga mempunyai asset yang langka di bumi </span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><img class="alignright size-full wp-image-149" title="B.R.A. Partini" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0825.jpg?w=238&#038;h=356" alt="B.R.A. Partini" width="238" height="356" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Di taman rimbun ini, terbuka untuk dikunjungi dari pukul 07.00 sampai dengan 18.00, dimana kita dimanjakan oleh kesejukan angin yang menerpa, kelincahan dan kemolekan sekelompok burung merpati putih, kicauan burung bagaikan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">nyanyian merdu di telinga pengunjung, serta tiga ekor kijang jinak juga terlihat berkeliaran bebas dan tidak ketinggalan, tanaman-tanaman langka yang tersebar di areal taman.<span>  </span>Terdapat pula beberapa bangunan, seperti rumah apung, <span> </span>amphi theater yang mampu menampung sekitar 400 penonton, gedung kesenian <span> </span>dan dua buah batu Meteor yang diletakkan berjauhan. kolam ikan, patung B.R.A. Partinah, terlihat anggun dengan pakaian Jawa, berpose duduk,<span>  </span>dan membawa kipas diletakkan di tengah kolam yang menjadi sentral taman. Sedangkan di tengah danau buatan, berdiri patung sosok B.R.A. Partini, berdiri tegak dengan memakai busana Jawa.<span>  </span>Disediakan pula kursi-kursi taman, lengkap dengan mejanya, tersebar di setiap sudut areal taman. Jalan setapak yang cukup lebar dari bahan paving melingkari taman, sehingga pengunjung dapat dengan bebas melakukan jogging atau hanya sekedar mengelilingi untuk menikmati keteduhan di </span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">sana</span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">.</span></span><span style="font-size:10.5pt;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10.5pt;">Pemerintah </span><span style="font-size:10.5pt;">kota</span><span style="font-size:10.5pt;"> </span><span style="font-size:10.5pt;">Surakarta</span><span style="font-size:10.5pt;"> patut diacungi jempol atas usaha pelestarian dan revitalisasi ini, dimana tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Namun mulai terlihat di sana-sini coretan tangan jahil memenuhi kursi dan meja taman, juga sampah mulai menodai keindahannya.<span>  </span>Kebiasaan masyarakat kita yang kurang menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan tempat publik sangatlah disayangkan.<span>  </span>Namun pengawas taman juga bertindak tegas, apabila memergoki keisengan yang dilakukan para muda yang berkunjung di </span><span style="font-size:10.5pt;">sana</span><span style="font-size:10.5pt;">.<span>  </span></span></span></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">Saat hati gundah atau hanya sekedar menyapa keheningan, taman Balekambang merupakan tempat yang selaras dan <span> </span>nyaman untuk melepaskan diri sejenak dari hiruk pikuk kehidupan,. <span> </span>Semoga kita dapat ikut memelihara peninggalan yang menjadi kebangaan <span> </span>bersama, <span> </span>demi </span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;">kota</span><span style="font-size:10.5pt;font-family:&quot;"> tercinta ini, yang mulai dipenuhi oleh Mall dan sarana konsumtif lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><img class="size-full wp-image-150 aligncenter" title="img_0851" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0851.jpg?w=500&#038;h=333" alt="img_0851" width="500" height="333" /></p>
Posted in Indonesia, JAWA TENGAH, Travel Tagged: Balekambang, Solo, Surakarta, Taman <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=146&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2009/02/11/wajah-baru-taman-balekambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_08431.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_08431</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0823.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Balekambang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0825.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">B.R.A. Partini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2009/02/img_0851.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0851</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUSEUM JAKARTA</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/15/museum-jakarta/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/15/museum-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 12:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Museum Jakarta terletak di bagian kota, Jakarta Barat.  Pada jaman VOC, gedung itu dikenal sebagai STADHUIS, dimana menjadi pusat pemerintahan Belanda di indonesia. Kini, masih berdiri dengan tegak menantang jaman. 
Bangunan yang bertingkat 2 menghadap ke square yang cukup luas, konon disitulah eksekusi hukum gantung dilaksanakan untuk para kriminal dan musuh VOC, yang biasanya dihadiri oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=124&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_127" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-127" title="batavia" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/batavia.jpg?w=500&#038;h=339" alt="Stadhuis jaman VOC" width="500" height="339" /><p class="wp-caption-text">Stadhuis jaman VOC</p></div>
<p>Museum Jakarta terletak di bagian kota, Jakarta Barat.  Pada jaman VOC, gedung itu dikenal sebagai STADHUIS, dimana menjadi pusat pemerintahan Belanda di indonesia. Kini, masih berdiri dengan tegak menantang jaman. </p>
<p>Bangunan yang bertingkat 2 menghadap ke square yang cukup luas, konon disitulah eksekusi hukum gantung dilaksanakan untuk para kriminal dan musuh VOC, yang biasanya dihadiri oleh masyarakat luas dan para petinggi VOC, menyaksikan  dari jendela balkon yang berada ditengah gedung tersebut. </p>
<p>Bahan yang digunakan di gedung itu, merupakan bahan yang istimewa, kayu-kayu jati yang tebal dengan diameter sekitar 40cm menyangga bangunan itu, dipadu dengan tembok-tembok besar dan tebal, rangka pintu dan daun pintu dari kayu jati pilihan yang kualitas terbaik pula.  Papan-papan lebar, sekitar 30-40cm menghiasi lantai-lantai di bangunan itu. Di dominir dengan cat berwarna merah pada rangka dan daun pintu, juga balister tangga yang seluruhnya dari kayu jati, yang ukuran dan kualitasnya telah punah kini. </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-128" title="Tangga dari kayu jati pilihan" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9817.jpg?w=500&#038;h=333" alt="Tangga dari kayu jati pilihan" width="500" height="333" /></p>
<p>Walaupun telah sekian abad gedung itu berdiri tegak di kota Jakarta, namun aura keangkuhan masih sangat terasa, sekalipun gedung itu telah berubah fungsi sebagai museum sejarah Jakarta, di pajang berbagai mebel peninggalan VOC, seperti lemari arsip raksasa, kursi dan meja rapat, tempat tidur, pedang, dan sebagainya. yang semuanya membuat para pengagum barang antik berdecak kagum akan bahan dan keindahannya.  Bisa dibayangkan bagaimana pada jaman itu, para penjajah negara ini hidup berkelimpahan di tengah masyarakatnya yang hidup serba kesulitan dan kekurangan. </p>
<div id="attachment_129" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><img class="size-full wp-image-129" title="Lemari Arsip" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9821.jpg?w=230&#038;h=335" alt="Lemari Arsip" width="230" height="335" /><p class="wp-caption-text">Lemari Arsip</p></div>
<div class="mceTemp"> </div>
<div class="mceTemp">Juga dipamerkan jaman pra VOC, yaitu saat Portugis menguasai Indonesia, lengkap dengan batu peringatan dan miniatur kapal Portugis yang berlabuh di tanah Indonesia.  Bangunan dan koleksi yang ada di museum itu, membawa kita menerawang jauh kembali ke abad 17, jaman VOC menguasai Indonesia. Membayangkan kesibukan, kostum yang dipakai era itu, kericuhan yang terjadi saat menjelang eksekusi para kriminal di lapangan kota.  Semua itu dapat kita saksikan dalam angan dan pikiran.  Saat menyelusuri ruangan-ruangan besar dan kokoh, dengan plafon yang tinggi itu, terbersit dalam pikiranku, suatu saat dulu gedung ini menjadi yang paling ditakuti dan disegani oleh seantero Batavia dan Jawa, mungkin juga Indonesia secara keseluruhan. Dalam benak mencoba untuk menjangkau era kolonial yang terkenal dengan kekejamannya, seperti pembantaian orang Tionghoa yang korbannya mencapai lebih kurang 10.000 jiwa, keputusan-keputusan yang dilakukan di gedung ini dalam menumpas pemberontakan yang dilakukan Kapitan Sepanjang, Pangeran Samber Nyawa, siksaan yang dilakukan terhadap Ni Hu Kong, kapiten Tionghoa yang dituduh memotori pemberontakan orang Tionghoa di Batavia dan sederet peristiwa sejarah lainnya.  Membuat hati miris atas segala penderitaan yang mereka alami. </div>
<div class="mceTemp"> </div>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_134" class="wp-caption alignright" style="width: 211px"><img class="size-full wp-image-134 " title="Maskot VOC" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_98122.jpg?w=201&#038;h=274" alt="Maskot VOC" width="201" height="274" /><p class="wp-caption-text">Maskot VOC</p></div>
</div>
<div class="mceTemp">Saat mengunjunginya, banyak sekalah para siswa dari berbagai SD sampai SMA yang datang mengunjungi museum tersebut.  Masing-masing dari mereka membawa sebuah catatan dan sibuk mencatat keterangan-keterangan singkat yang berada di depan objek.  Sayangnya banyak dari mereka yang tidak mengerti tentang asal usul keberadaan gedung ini dan gunanya pada saat itu.  Banyak dari mereka yang sibuk berfoto dengan teman-temannya dengan berbagai gaya dengan handphone masing-masing.  Bergantian mereka mengabadikan gambar masing-masing.  Keadaan ini dapat di mengerti karena begitu minimnya keterangan tentang sejarah gedung ini, bahkan tidak saya dapatkan sama sekali tentang keterangan apapun tentang gedung ini.  Yang banyak saya dapati adalah keterangan bahan dan era dari suatu artifaks atau mebel yang dipajang di ruangan-ruangan.  Sehingga sekilas, museum kota Jakarta seperti galeri barang-barang antik.  Andaikata di buat visualisasi kamar kerja JP. Coen sebagai salah seorang gubernur jenderal VOC yang terkenal dan fungsi masing-masing ruangan yang ada disana, pastilah para siswa yang berkunjung akan mendapatkan pengetahuan lebih dan tidak hanya sekedar berpose di depan kamera handphone mereka. </div>
<p>Informasi yang sangat minim tentang gedung tersebut sangatlah saya sayangkan, karena bagi pengunjung yang tidak begitu mengerti tentang sejarah Indonesia di bawah VOC, hanyalah menjadi tempat berkunjung yang gratis dan mengagumi kemegahan gedung ini beserta segala ornamaen dan mebel yang dipajang didalamnya. </p>
<p><img class="size-full wp-image-135   alignleft" title="img_9826" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9826.jpg?w=323&#038;h=520" alt="img_9826" width="323" height="520" /></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Ada ruangan bawah tanah yang di penuhi air yang cukup dalam, menurut saya adalah saluran air, agar tidak terjadi banjir, seperti pada umumnya gedung-gedung jaman Belanda, seperti yang terdapat di Lawang Sewu, Semarang. Gelap dan terkesan angker saat melongok kedalamnya. </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div id="attachment_137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 501px"><img class="size-full wp-image-137    " title="Plakat Peresmian gedung VOC 1707" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9842.jpg?w=491&#038;h=248" alt="Plakat Peresmian gedung VOC" width="491" height="248" /><p class="wp-caption-text">Plakat Peresmian gedung VOC 1707</p></div>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-136" title="Pedang VOC" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9803.jpg?w=222&#038;h=317" alt="Pedang VOC" width="222" height="317" /></p>
<p>Semoga di masa mendatang akan lebih banyak informasi tentang gedung itu, sehingga tidak hanya sekedar untuk  wisata arsitektur, tapi juga dapat menambahkan pengetahuan pada pengunjungnya.  Dalam hal tidak memungut biaya apapun di museum tersebut, membuat segala lapisan masyarakat Jakarta dan Indonesia tidak ragu mendatanginya.  Sehingga semakin hari, semakin banyak masyarakat yang mengunjunginya.</p>
<p> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-138  aligncenter" title="img_9848" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9848.jpg?w=285&#038;h=396" alt="img_9848" width="285" height="396" /></p>
Posted in Indonesia, Travel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=124&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/15/museum-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/batavia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batavia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9817.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tangga dari kayu jati pilihan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9821.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lemari Arsip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_98122.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Maskot VOC</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9826.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_9826</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9842.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Plakat Peresmian gedung VOC 1707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9803.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pedang VOC</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9848.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_9848</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOTA TUA JAKARTA</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/13/kota-tua-jakarta/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/13/kota-tua-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 13:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA TUA JAKARTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[
 
 
 
 
 
Pada tanggal 30 Mei 1619, Jan Pieterszoon Coen berhasil menaklukkan Jayakarta. Ia merusak kota itu, membangun benteng Belanda di atas puing-puing, serta namanya serta merta di ubah  menjadi  Batavia.  Tanggal itu pula yang dijadikan hari Ulang Tahun Jakarta, yang sampai kini telah berusia 389 tahun.
Kota uzur yang usianya  hampir mencapai empat abad, dalam era modern sekarang ini, telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=105&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="mceTemp"><img class="size-full wp-image-108 " title="KOTA TUA JAKARTA" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97822.jpg?w=458&#038;h=285" alt="KOTA TUA JAKARTA" width="458" height="285" /></div>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 30 Mei 1619, Jan Pieterszoon Coen berhasil menaklukkan Jayakarta. Ia merusak kota itu, membangun benteng Belanda di atas puing-puing, serta namanya serta merta di ubah  menjadi <span style="color:#000000;"> Batavia.  Tanggal itu pula yang dijadikan hari Ulang Tahun Jakarta, yang sampai kini telah berusia 389 tahun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kota uzur yang usianya  hampir mencapai empat abad, dalam era modern sekarang ini, telah  mengalami perubahan dan pengembangan, serta pertumbuhan  yang cepat dalam berbagai hal, menjadi kota yang terpadat penduduknya, polusi udara juga mencapai tingkat yang cukup tinggi dan rawan banjir saat musim hujan tiba.   Kini, kota ini telah  berubah menjadi kota metropolitandan pusat pemerintahan negara Indonesia.  </span></p>
<div id="attachment_118" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-118" title="jan_pieterszoon_coen" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/jan_pieterszoon_coen.jpg?w=200&#038;h=268" alt="jan_pieterszoon_coen" width="200" height="268" /><p class="wp-caption-text">Jan Pieterszoon Coen</p></div>
<div id="attachment_119" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-119" title="valckenier" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/valckenier2.jpg?w=180&#038;h=270" alt="valckenier" width="180" height="270" /><p class="wp-caption-text">Adriaan Valckenier</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">         </span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#000000;">                                                                                                                                              </span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di jaman pemerintahan Orde Baru, banyak gedung-gedung di Jakarta, yang merupakan peninggalan pemerintah Belanda dihancurkan, untuk digantikan dengan gedung-gedung bertingkat era modern.  Penghancuran yang dilakukan oleh pemerintah saat itu tidak pernah sekalipun mempertimbangkan baik dari sisi historikal maupun sisi estetika arsitekturalnya.  Namun hanya semata-mata karena kebutuhan akan space dan bangunan  yang lebih modern untuk mendukung pembangunan Jakarta yang mulai semrawut pada saat itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Saat mengunjungi kota tua Jakarta di daerah kota, yang dulunya merupakan pusat pemerintahan jaman Belanda dan juga pusat perdagangan dan kompleks kantor perusahaan orang-orang Belanda.  Sisa-sisa kemegahan dan keindahan bangunan tua masih dapat dinikmati, walaupun banyak diantaranya yang sudah tidak terurus dan hampir roboh.  Belum terlihat usaha untuk melestarikan bangunan-bangunan yang telah rusak parah itu oleh pemilik maupun pemerintah daerah setempat. Di kali besar, telah diadakan pengurukan untuk mengantisipasi luapan air saat musim hujan, juga dalam proses pembangunan trotoar untuk pejalan kaki dan juga taman di pinggir kali untuk masyarakat menikmati senja.  </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-116" title="KOTA TUA" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9781.jpg?w=500&#038;h=333" alt="KOTA TUA" width="500" height="333" /></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Menyelusuri sepanjang jalan Kali Besar sambil membayangkan kemegahan bangunan yang sekarang tidak terurus, merupakan pengalaman tersendiri di siang hari yang cukup menyengat panasnya.  Di depan rumah yang dinamakan &#8220;Toko Merah&#8221; (Saya tidak tahu mengapa dinamankan seperti itu, karena tidak tercermin bentuk bangunannya seperti toko, mungkin karena bangunan itu jendela-jendela dengan kaca kotak-kotak berjejer rapi, sehingga orang mengasumsikan seperti etalase toko), membuat pikiran menerawang jauh kebelakang, menembus batas-batas pikiran dan imaginasi ke masa lalu.  Mungkin disinilah keputusan untuk melakukan aksi pembantaian orang-orang Cina di Batavia yang merupakan pelanggaran HAM yang terbesar saat itu.  Bangunan ini menjadi saksi bisu dari keputusan yang tidak manusiawi dari Gubernur Jenderal Batavia yang ke-25 saat itu yang bernama Adriaan Valckenier, yang memerintah dari tahun 1737-1740.  Bangunan yang bersejarah itu kini hanyalah menjadi bangunan usang yang didepannya terpampang plakat menandakan bahwa bangunan ini adalah merupakan cagar budaya.  Keadaan fisik yang sama sekali tidak terawat, kaca yang pecah, di dalamnya terdapat sampah-sampah kantong plastik.  </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="alignleft size-full wp-image-111" title="TOKO MERAH" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97691.jpg?w=302&#038;h=204" alt="TOKO MERAH" width="302" height="204" /></span></p>
<div id="attachment_113" class="wp-caption alignright" style="width: 425px"><img class="size-full wp-image-113" title="TOKO MERAH" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97672.jpg?w=415&#038;h=277" alt="TOKO MERAH" width="415" height="277" /><p class="wp-caption-text">TOKO MERAH keadaannya kini</p></div>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Peninggalan bersejarah di daerah kota yang sudah memudar dan sudah banyak yang hancur, merupakan kerugian bagi generasi mendatang dalam mengenal sejarah Indonesia pada umumnya dan Jakarta pada khususnya.  Semoga para pemilik gedung-gedung tua dan juga pemerintah daerah tanggap atas situasi ini, sehingga kota tua Jakarta dapat menjadi kawasan sejarah yang asri untuk dikunjungi sebelum terlambat.  </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-117" title="KOTA TUA JAKARTA" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9863.jpg?w=500&#038;h=333" alt="KOTA TUA JAKARTA" width="500" height="333" /></p>
Posted in Indonesia, Travel Tagged: KOTA TUA JAKARTA <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=105&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/12/13/kota-tua-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97822.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KOTA TUA JAKARTA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/jan_pieterszoon_coen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jan_pieterszoon_coen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/valckenier2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">valckenier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9781.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KOTA TUA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97691.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TOKO MERAH</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_97672.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TOKO MERAH</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/12/img_9863.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KOTA TUA JAKARTA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SANG PROKLAMATOR</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/07/05/sang-proklamator/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/07/05/sang-proklamator/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 04:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Makam]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden pertama Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kesempatan liburan kali ini terbersit rencana untuk mengunjungi makam sang proklamator, the founding father dari negara tercinta ini, Bung Karno.
Jarak dari kota Blitar ke makamnya tidaklah jauh untuk ditempuh. Parkiran mobil persis di depan pintu masuk kompleks makam.  Bangunan minimalis terdiri dari museum lukisan (atau lebih pada museum foto?) disebelah kiri dan perpustakaan di sebelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=95&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_96" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6145.jpg"><img class="size-medium wp-image-96" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6145.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Sang Proklamator" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sang Proklamator</p></div>
<p>Kesempatan liburan kali ini terbersit rencana untuk mengunjungi makam sang proklamator, the founding father dari negara tercinta ini, Bung Karno.</p>
<p>Jarak dari kota Blitar ke makamnya tidaklah jauh untuk ditempuh. Parkiran mobil persis di depan pintu masuk kompleks makam.  Bangunan minimalis terdiri dari museum lukisan (atau lebih pada museum foto?) disebelah kiri dan perpustakaan di sebelah kanan. Sayang, perpustakaan sudah tutup pada saat kami sampai disana.  Void diantara dua bangunan itu terdapat patung Bung Karno yang besar, menghadap diagonal. Kompleks makam yang bersih dan tenang, memberikan kesan yang baik (hussle free) dalam benakku.  Disalah satu sudut terpampang kertas yang bertuliskan &#8220;Mengunjungi Makam Bung Karno tidak bayar&#8221;, alias gratis. Wah&#8230; ada kesalutan pada pemerintah daerah Blitar dalam hati.  Memang sudah semestinya mereka merawat makam itu, karena jasa yang disumbangkan pada negeri ini. SALUTE!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-97 aligncenter" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6140.jpg?w=212&#038;h=300" alt="Kompleks Makam " width="212" height="300" /><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6140.jpg"></a></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6140.jpg"></a> </div>
<p> </p>
<p>Memasuki museum lukisan yang gelap gulita, pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu. Dikatakan bahwa saat itu sedang mati lampu, sehingga tidak banyak yang dapat dilihat oleh pengunjung.  Sebelum memasuki makam, pengunjung diwajibkan untuk mengisi buku tamu lagi di &#8220;kantor&#8221; yang berada di sebelah kiri daripada gapura makam.  Namun kali ini dengan pesan : &#8220;Sumbangan sukarela&#8221;, pesan sponsor dari personil yang mengenakan seragam serupa dengan warna seragam PEMDA pada umumnya. Terhenyak! tulisan &#8220;tidak bayar&#8221; yang terpampang di gerbang masuk utama tadi apa?!!? Ah&#8230;..tadi kan saya sudah mengatakan itu sukarela&#8230;.kalau tidak berkenan ya tidak apa-apa&#8230;.Mungkin seperti itu kira-kira argumentasinya apabila dikonfrontir.  Karena orang yang mengisi buku tamu tidak memperhatikan tulisan &#8220;tidak bayar&#8221; maka dengan otomatis menyodorkan sejumlah uang kepada petugas tadi. Diterima dengan baik.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<div id="attachment_98" class="wp-caption aligncenter" style="width: 251px"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6158.jpg"><img class="size-medium wp-image-98" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6158.jpg?w=241&#038;h=308" alt="Peristirahatan kekal Putra Sang Fajar" width="241" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">Peristirahatan kekal Putra Sang Fajar</p></div>
</div>
<p>Kompleks makam bagian dalam dibangun model joglo yang terbuka yang pendek, lantai marmer. Batu nisan &#8220;diperkirakan&#8221; dari batu andesit yang besar, yang diambil dari gunung Kelud (demikian informasi yang diterima dari petugas disana).  Makam Bung Karno di dampingi oleh makam bapak dan ibunya yang terletak di kiri dan kanannya. </p>
<p>Sudut joglo, ada beberapa orang yang duduk berselonjor sambil bercengkerama dan memperhatikan para pengunjung yang datang untuk berziarah.  Ternyata mereka adalah yang menawarkan jasa pada pengunjung untuk foto didepan makam, dengan camera pocket digital. </p>
<p>Pintu masuk dan pintu keluar dibedakan, walaupun mobil diparkir di depan pintu masuk, namun diwajibkan bagi pengunjung untuk melewati pintu keluar yang berada dipenghujung dari pintu masuk. Pintu keluar terdiri dari lorong panjang di mana para penjual souvenir menawarkan dagangannya.  Setelah melewati lorong itu, pengunjung digiring dengan jalan berkelok-kelok yang tiada habisnya, layaknya permainan ular tangga, kiri kanan lorong yang tiada berkesudahan itu terdapat kios-kios souvenir dari kaos sampai pada centong. Setelah perjalanan yang berkelok-kelok dibelantara souvenir, sampai juga pada jalan raya. Sudah menunggu becak-becak yang berjejer rapi dipinggir jalan, menawarkan jasanya untuk mengantar ketempat parkiran bis ataupun mobil.</p>
<div id="attachment_100" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6162.jpg"><img class="size-medium wp-image-100" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6162.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Becak" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Becak</p></div>
<p>Kuputuskan untuk berjalan menuju parkiran mobil, ternyata letak pintu masuk dan &#8220;pintu keluar&#8221; sangatlah jauh. </p>
<p>Ternyata di makam proklamator tidaklah gratis seperti yang terpampang di salah satu sudut tembok kompleks museum.  Di balik makam itu sengaja diciptakan &#8220;tourist trap&#8221; yang mengharuskan para pengunjung mengitari satu putaran besar dan menggunakan transport becak untuk menuju kembali ketempat parkiran. Tourist trap yang sengaja telah diciptakan oleh penguasa setempat.</p>
<p>Pembelajaran &#8220;gratis&#8221; di Blitar, khususnya di makam Sang Proklamator, membuat saya teringat pada idiom yang berbunyi &#8220;don&#8217;t judge a book by its cover&#8221;. Salute yang saya berikan diawal tulisan ini, saya tarik kembali. Mengingatkan saya pada komentar seorang sahabat tentang segala urusan yang ada di Indonesia, kalau memungkinkan untuk dipersulit, mengapa harus dipermudah? Komentar ini sangat berlaku di kompleks pemakaman Sang proklamator, founding father kita yang kita kagumi.</p>
<div id="attachment_99" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6151.jpg"><img class="size-medium wp-image-99" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6151.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Nisan Sang Proklamator" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Nisan Sang Proklamator</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=95&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/07/05/sang-proklamator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6145.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Sang Proklamator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6140.jpg?w=186" medium="image">
			<media:title type="html">Kompleks Makam </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6158.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Peristirahatan kekal Putra Sang Fajar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6162.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Becak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/07/img_6151.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nisan Sang Proklamator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasar Triwindu Solo</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/18/pasar-triwindu-solo/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/18/pasar-triwindu-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 19:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Pasar antik Triwindu menjadi salah satu keharusan untuk dikunjungi para tamu yang datang ke kota Solo, selain pasar Klewer yang terkenal dengan batiknya.  Pasar Triwindu merupakan &#8220;thrift market&#8221; yang unik, dengan menjual berbagai barang-barang kuno dan memoribilia, membawa kita kepada kehidupan pada masa lalu.
Lorong-lorong sempit, namun bersih, kios-kios yang dipenuhi berbagai macam barang kuno maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=86&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4804.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4804.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Pasar antik Triwindu menjadi salah satu keharusan untuk dikunjungi para tamu yang datang ke kota Solo, selain pasar Klewer yang terkenal dengan batiknya.  Pasar Triwindu merupakan &#8220;thrift market&#8221; yang unik, dengan menjual berbagai barang-barang kuno dan memoribilia, membawa kita kepada kehidupan pada masa lalu.</p>
<p>Lorong-lorong sempit, namun bersih, kios-kios yang dipenuhi berbagai macam barang kuno maupun barang-barang buatan baru memenuhi etalase dan space di setiap kios yang berada di kawasan itu.  Para pedagang duduk di &#8220;dingklik&#8221; (kursi kecil yang pendek) menanti pembeli di depan kiosnya, sambil bercerita dan bersenda gurau dengan pemilik kios yang lain. Kadang kala terdengar tawa canda, kadang pula saling menanyakan tentang penjualan pada hari itu, sembari sekali-kali menawarkan kepada tamu yang melewati kios mereka. Berburu barang-barang kuno, dari koin lama sampai pada gelas kristal di sana merupakan hal yang sungguh menyenangkan, walaupun komplek pasar tidaklah besar.</p>
<p><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4722.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-88" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4722.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Pasar ini adalah hadiah ulang tahun yang kedua puluh empat dari GRAy. Nurul Khamaril, puteri Mangkunegoro VII. Selain nama Triwindu (Tri= tiga ; Windu= delapan), pasar ini juga di kenal dengan nama pasar Windu Jenar.Namun pasar triwindu yang terkesan unik itu, karena perpaduan antara barang antik, vintage dengan onderdil motor/mobil, juga alat-alat pertukangan dan pertanian. Mereka mempunyai blok tersendiri untuk ketiga jenis barang tersebut di atas. Pasar Triwindu termasuk salah satu aset budaya di kota Solo.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/bersama.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-89" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/bersama.jpg?w=300&#038;h=270" alt="" width="300" height="270" /></a></p>
<p>Namun dalam waktu yang dekat, pemerintah kota Solo merasa urgent dan perlu untuk merombak pasar tersebut secara total dengan tujuan untuk kenyamanan pengunjung.  Ada kemungkinan lorong-lorong hunting akan dihilangkan, kios-kios dari kayu juga lenyap, lantai semen akan digantikan oleh keramik modern, daun jendela lebar dari kayu yang mempunyai dwi fungsi, baik sebagai penutup jendela dan payon akan digantikan oleh plafon. Semua akan berubah. Ambience pasar antik tradisional akan segera sirna.  Suasana adem dan rindang karena payon-payon yang menjadi tudung dari sengatan matahari siang, cahaya-cahaya terobosan di dalam kios-kios hanya akan menjadi kenangan para pengunjung setia pasar tersebut.  Modernisasi akan merambah dan menggantikan suasana pasar jaman dahulu.</p>
<p>Pasar Triwindu harus mengalah dan menyerah pada era modernisasi pembangunan di kota Solo pada tahun 2008.  Yang tertinggal dari masa lalu hanyalah namanya saja.  Berbagai pro dan kontra, juga keresahan para pedagang disana tercermin pada hari-hari menjelang hari H dimana mereka diinstruksikan untuk pindah sementara ke bedeng-bedeng darurat yang disediakan oleh pemerintah kota Surakarta.  Suasana pasar terasa tegang, tidak seperti hari-hari sebelum tercetusnya ide perombakan total.  Wajah-wajah suram dan bingung menyelimuti mereka. Tidak lagi terdengar suara-suara ramah yang menawarkan barang-barang mereka, hanya ada resah dan khawatir yang tercermin di setiap pedagang di sana.  Mereka hanya mampu menempel poster-poster tulisan tangan di dinding-dinding sebagai tanda protes, pembicaraan dan keluh kesah diantara mereka, spanduk yang direntangkan dipinggir jalan salah satu gapura. Segala usaha yang dilakukan tidak meluluhkan hati para pembesar di Solo untuk merevisi rencana ini, terkesan mereka berteriak, namun tidak ada suara yang keluar dari kerongkongan dalam menyuarakan keresahan ini. </p>
<p>Warisan masa lalu oleh orang tua mereka disana segera akan terhapus oleh masa depan yang belum diketahui.  Satu lagi heritage yang hilang di terpa jaman. Namun para pakar sejarah dan budayawan Surakarta belum juga bersuara dalam mengemukakan pendapat mereka, seperti pada saat rencana pembangunan pasar Gede di Solo, ataupun wacana merombak pasar Klewer selayaknya mall.  Pasar Triwindu seakan tidak mampu meneruskan keresahan penghuninya kepada para pakar dan pemerhati di Solo. Akhirnya, di waktu yang singkat harus menyerah terhadap pemusnahan warisan aset budaya, cermin pasar tradisional dengan dalih penyempurnaan dan peningkatan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.  Saatnya mengucapkan salam selamat tinggal kepada lorong-lorong, jendela dwi fungsi, payon-payon, pintu-pintu kayu, lantai semen dan suasana adem dan &#8220;rindang&#8221;, cahaya terobosan yang menyinari kios-kios.  Selamat tinggal warisan masa lalu&#8230;&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=86&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/18/pasar-triwindu-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4804.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_4722.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/bersama.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar, Surakarta</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/11/pabrik-gula-tasikmadu-karanganyar-surakarta/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/11/pabrik-gula-tasikmadu-karanganyar-surakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 19:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[
KGPAA. MANGKUNEGORO IV
Walaupun pabrik gula Tasikmadu, Karanganyar masih beroperasi dalam mengolah tebu menjadi gula pasir, tetapi juga mengalami kemunduran dalam bisnisnya.  Pabrik gula yang yang dibangun oleh KGPAA. Mangkunegoro IV dalam melebarkan sayap bisnis beliau, namun pada jaman kemerdekaan Indonesia di ambil alih oleh pemerintah Indonesia, di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional (Persero).  Adapun letak Pabrik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=73&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/mn-mniv.jpg"><img class="size-medium wp-image-75" style="vertical-align:middle;" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/mn-mniv.jpg?w=208&#038;h=300" alt="" width="208" height="300" /></a></address>
<p style="text-align:center;"><em><strong>KGPAA. MANGKUNEGORO IV</strong></em></p>
<p>Walaupun pabrik gula Tasikmadu, Karanganyar masih beroperasi dalam mengolah tebu menjadi gula pasir, tetapi juga mengalami kemunduran dalam bisnisnya.  Pabrik gula yang yang dibangun oleh KGPAA. Mangkunegoro IV dalam melebarkan sayap bisnis beliau, namun pada jaman kemerdekaan Indonesia di ambil alih oleh pemerintah Indonesia, di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional (Persero).  Adapun letak Pabrik Gula Tasikmadu, terletak di sebelah timur, berjarak sekitar 15 km dari kota Solo. </p>
<p>Satu pagi yang masih gelap, kulajukan kendaran menuju PG (pabrik gula) Tasikmadu. Keinginan melihat keadaan sekitar pabrik itu, serta bangunan yang telah berdiri di sana sejak th. 1871 dan mengabadikannya dalam bentuk foto, maka kupilih waktu fajar menyingsing untuk dapat menghasilkan ambience foto yang baik. </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3729.jpg"><img class="size-medium wp-image-76 aligncenter" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3729.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PG. Tasikmadu dari depan</strong></p>
<p>Sesampainya disana, di sambut oleh para keamanan.  Melihat kamera yang tergantung di pundak, berasumsi bahwa saya adalah wartawan.  Setelah saya jelaskan bahwa hanya untuk dokumentasi pribadi.  Saya di &#8220;ijinkan&#8221; untuk melihat dan mengambil foto gerbong MN IV dan kereta kuda sederhana yang digunakan saat beliau meresmikan PG tersebut. Walaupun gerbong dan kereta berada di depan dan dengan akses masuk yang tidak terhalang, namun perlu juga &#8220;ijin khusus&#8221; untuk itu. Dengan di &#8220;antar&#8221; oleh petugas keamanan, saya akhirnya di &#8220;ijinkan&#8221; dan ditunggui dalam mengambil foto.</p>
<p>Agak mengurangi &#8220;comfort&#8221; saya dalam mengambil foto kedua benda bersejarah itu, namun tidak menjadi masalah, asal saya dapat mengabadikannya.  Berseberangan dengan PG ada sebuah taman di sana, namun belum diperbolehkan masuk, karena loketnya belum buka, harga tiket masuk yang tertera di loket adalah Rp. 2.000,- saja.  Untuk tour ke dalam pabrik, petugas keamanan menyarankan untuk kembali lagi sekitar jam 7 pagi, karena petugas belum datang. Sambil menunggu, saya menghabiskan waktu untuk mengitari daerah sekitar PG, menyelusuri sawah-sawah yang menghijau, berbincang-bincang kecil dengan para petani yang telah memulai kegiatan mereka di sawah.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3725.jpg"><img class="size-medium wp-image-77 aligncenter" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3725.jpg?w=300&#038;h=238" alt="" width="300" height="238" /></a></p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>Gerbong yang digunakan oleh </em></strong><strong><em>KGPAA. MANGKUNEOGORO IV </em></strong><strong><em>saat meresmikan KG.Tasikmadu</em></strong></p>
<p>Karena kamera yang saya gantungkan di pundak saya, karena memang berniat untuk hunting pagi itu, di kira saya adalah dari Dinas Pertanian, yang mengambil foto untuk pengurusan limbah yang disebabkan oleh pabrik gula tersebut.  Agak kecewa saat mengetahui saya bukanlah orang yang mereka maksud. </p>
<p>Jam 7 lewat saya kembali ke lokasi PG, sempat bertemu dengan petugasnya, namun dia menganjurkan untuk datang lagi jam 8. Saya patuhi dan kembali pada waktu yang dijanjikan, namun petugas yang menjanjikan itu tidak terlihat lagi. Disarankan untuk menuju ke kantor yang mengurusi Agrowisata Sundokoro itu. </p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><strong><em></em></strong></p>
<p>Saya mematuhi dan berjalan menuju kantor yang terletak agak tersembunyi.  Sesampainya disana, beberapa orang yang berada di kantor itu, berbincang-bincang sendiri, saya tidak tahu apakah mereka itu adalah pegawai PG ataukah tamu yang mengantri. Di sudut ada sebuah meja dan sedang melayani seorang tamu yang sedang membayar.  Petugas itu tidak sekalipun menengadahkan kepalanya untuk menyadari kehadiran saya di sana.  Karena waktu pemotretan yang kurang menguntungkan, karena hari telah beranjak siang, saya lalu mengurungkan niat untuk &#8220;touring&#8221; kedalam PG. tersebut, yang di jaga begitu ketatnya oleh sejumlah petugas keamanan.</p>
<p>Walau berbalut kekecewaan karena gagal untuk tour kedalam pabrik gula tersebut, kendati bangunannya begitu megah, seakan membawa kembali pada masa keemasan pabrik gula tersebut. Selalu akan ada hari esok untuk melakukan sesuatu yang tertunda. Mungkin untuk lancarnya kunjungan wisata ini, sebaiknya datang saat siang hari, sehingga petugas benar-benar siap dalam menjalankan tugasnya.  Early bird tidak rupanya tidak berlaku disana, atau mungkin waktu terbaik untuk mengunjungi tempat itu adalah pada saat dimulainya musim giling tebu, dimana ada yang namanya manten tebu, di mana ada perayaan yang mewarnai mulainya penggilingan dan juga sebagai rasa syukur rakyat yang panen tebu-tebu mereka.</p>
<p>Andaikata mereka mengelola tour ini lebih profesional dan marketing yang lebih baik, saya yakin tour ke PG ini akan menjadi pilihan tempat wisata bagi pengunjung, baik lokal, nasional maupun internasional.  Selain untuk menambah pengetahuan tentang proses tekniknya, namun juga akan membangkitkan kebanggaan terhadap kejayaan Indonesia, serta pengertian yang lebih akan sejarah, yang dapat membangkitkan semangat kebangsaan dalam menyikapi satu abad Kebangkitan Nasional bagi generasi muda Indonesia. Kelihatannya mereka masih harus banyak berbenah dalam masalah ini. </p>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address> <strong>Kereta kuda yang digunakan oleh MN.IV </strong></address>
<address><strong>saat meresmikan PG. Tasikmadu</strong></address>
<p>Semoga akan lebih baik di masa mendatang.  Ternyata tidak mudah untuk sekedar berwisata di pabrik gula peninggalan raja Pura Mangkunegaran yang terkenal kepiawaiannya dalam ekonomi, enterpreneur, ulama dan juga pujangga yang karyanya telah diakui oleh dunia.</p>
<p style="text-align:center;">Mengutip dari KGPAA. Mangkunegoro IV dalam konteks pembangunan pabrik gula ini :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Pabrik gula iki openana. Sanadyan ora nyugihi, nanging nguripi. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kinarya papan pangupa jiwane kawula dasih.” </strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Peliharalah pabrik gula ini dengan baik, meskipun tidak memberi kekayaan, </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>namun dapat menghidupi dan merupakan sawah ladang </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>para karyawan dan masyarakat sekitar).</em>  </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=73&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/06/11/pabrik-gula-tasikmadu-karanganyar-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/mn-mniv.jpg?w=208" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3729.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/06/img_3725.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BIS PATAS EKA</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/bis-patas-eka/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/bis-patas-eka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 15:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bis Eka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Karena selesai kegiatan di Yogyakarta sudah malam, kereta api Prameks sudah tidak beroperasi lagi, maka kuputuskan untuk menggunakan jasa bis patas Eka, walaupun menurut referensi / input yang masuk, di terminal banyak copet dan kriminal. Diam-diam rasanya was-was juga, namun jiwa petualang tidak bisa dibendung. 
Sesampai di terminal Yogyakarta yang besar dan kokoh itu, agak celingukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=61&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Karena selesai kegiatan di Yogyakarta sudah malam, kereta api Prameks sudah tidak beroperasi lagi, maka kuputuskan untuk menggunakan jasa bis patas Eka, walaupun menurut referensi / input yang masuk, di terminal banyak copet dan kriminal. Diam-diam rasanya was-was juga, namun jiwa petualang tidak bisa dibendung. </p>
<p>Sesampai di terminal Yogyakarta yang besar dan kokoh itu, agak celingukan juga, maklum baru pertama kali menginjakkan kaki disana, kalau lewat depannya sudah sering.  Tanya kesana kesini, akhirnya sampai juga di pemberhentian bis patas yang menuju ke Solo.  Memang penerangannya agak kurang, sehingga terkesan agak suram pada saat malam dimana penumpang sudah sepi.  Segera memergoki bis Eka yang dengan setia menunggu penumpangnya, langsung aku naik dan mencari tempat duduk, di depan, tepatnya dibelakang supir. Segera mapan di tempat duduk pilihanku, kukeluarkan ipod, walaupun tivi di bis menanyangkang acara tivi nasional (hebat juga ya entertainment systemnya).  Bis yang bersih dan AC yang dingin menambah kenyamanan, walaupun tetap ada rasa was-was (maklumlah baru pertama kali, kurang pengalaman). </p>
<p>Sebentar kemudian bis mulai bergerak meninggalkan terminal, tivi masih terus hidup. Kenek bis dengan sigap mendatangi satu-satu penumpangnya untuk menarik bayaran, sembilan ribu rupiah dan tidak lupa memberikan selembar karcis berwarna hijau sebagai tanda bukti pembayaran.  Managemen yang rapi. Selesai dengan tugas karcis, kenek mengambil nampan dan mengisinya dengan air mineral sebanyak penumpang yang di dalam bis itu, serta membagikannya ke masing-masing penumpang.  Wow&#8230;good service! Aku tersenyum sendiri dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Bis terus melaju dengan kecepatan sedang, tidak terburu-buru dan urakan. Tivi dimatikan, demikian juga lampunya.  Keadaan jadi sepi, hanya terdengar deruman mesin diesel dan sekali-kali supir berbicara dengan kenek yang duduk di sebelah kirinya. </p>
<p>Sekitar sembilan puluh menit, bis sampai di kota Solo, dimana aku akan turun.  Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka aku minta diturunkan di Jalan Adisucipto, di depan sekolah Ursulin. Supir bis menghentikan bisnya sesuai dengan kemauanku, aku melangkah turun, mengucapkan terima kasih dan menuju ke mobil yang telah menungguku. Ya, aku di jemput oleh suami. </p>
<p>Ternyata naik bis patas itu tidak menyeramkan. Semoga terminal Solo juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpangnya, serta kebersihan juga, seperti yang telah dilakukan oleh kota tetangganya, Yogyakarta.  Sehingga masyarakat luas dapat menggunakan fasilitas yang disediakan tanpa was-was dan ragu.  Maka, kita bisa menyumbangkan penghematan energi dalam rangka Global warming. Tidak hanya berupa spanduk, lips service dan propaganda semu, tanpa ada realisasi yang real.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=61&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/bis-patas-eka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRAMEKS</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/prameks/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/prameks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 15:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Api Prameks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[
Karena suatu kegiatan, maka dalam waktu dua bulan ini, dua kali seminggu saya harus melakukan perjalanan dari Solo ke Yogyakarta, yang berjarak 65 km, dapat di tempuh dalam waktu 90 menit, tergantung keadaan lalu lintas.
Dalam rangka mengirit bbm yang konon dikabarkan akan naik harganya, maka saya memutuskan untuk memakai jasa KA. Prameks (= Prambanan Ekspress) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=60&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22641.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-65" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22641.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Karena suatu kegiatan, maka dalam waktu dua bulan ini, dua kali seminggu saya harus melakukan perjalanan dari Solo ke Yogyakarta, yang berjarak 65 km, dapat di tempuh dalam waktu 90 menit, tergantung keadaan lalu lintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rangka mengirit bbm yang konon dikabarkan akan naik harganya, maka saya memutuskan untuk memakai jasa KA. Prameks (= Prambanan Ekspress) yang mempunyai jadwal yang cukup sering untuk rute tersebut.  Pertama kali pada saat saya menaiki gerbong yang di cat warna kuning terang itu, agak was-was juga, karena pernah mendengar dari teman-teman bahwa sering ada copet yang berkeliaran di dalam gerbong. </p>
<p style="text-align:justify;">Interior gerbong selayaknya MRT di Singapur atau subway, dua baris tempat duduk dari bahan fiber, pintu dan injakan kaki otomatis.  Bedanya, Prameks memanfaatkan &#8220;AC&#8221; (angin cendela), namun saya tidak merasakan panas sepanjang perjalanan, karena jendela-jendela yang berjejer di atas tempat duduk terbuka maksimal.  Lantai yang bersih, petugas karcis yang tegas dan lugas juga menambah kenyamanan di dalam kereta. Belum lagi sat-pam yang senantiasa mondar mandir di sepanjang gerbong, juga ada dua petugas yang mendorong &#8220;cart&#8221; kecil yang berisi aneka minuman dan makanan ringan, dilengkapi dengan bel sepeda kecil, yang dibunyikan saat melintasi para penumpang. <a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22721.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-68" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22721.jpg?w=230&#038;h=300" alt="" width="230" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit itu melewati persawahan yang membentang, kadang terlihat bukit-bukit dikejauhan, menjadi bonus tersendiri.  Kereta ini hanya berhenti di stasiun Solo, Klaten dan Yogyakarta.  (walaupun ada yang jurusan Solo-Kutoarjo, tetapi saya tidak begitu mengerti jalurnya).  Tepat waktu berangkat adalah suatu prestasi PT. KAI yang perlu diacungkan jempol, sehingga penumpang tidak terganggu jadwal dan aktifitas mereka. </p>
<p>Sungguh suatu terobosan yang praktis bagi masyarakat yang punya kepentingan mengunjungi kedua kota tersebut, selain juga pengiritan yang signifikan tentunya.  Cukup dengan merogoh kocek sebesar tujuh ribu rupiah saja, sudah dapat sampai di tujuan.  Apabila dibandingkan dengan mengendarai mobil sendiri, maka setidaknya memerlukan seratus lima puluh ribu untuk biaya bensin.  Perbedaan biaya yang mencolok, belum lagi pengiritan waktu dan resiko membawa kendaraan sendiri.</p>
<p>Kebersihan di gerbong juga harus di dukung oleh penumpangnya untuk tidak membuang sampah sembarangan di lantai, seperti yang pernah saya amati beberapa waktu yang lalu, dimana satu keluarga muda, dengan dua putri yang masih kecil.  Orang tua mereka terlihat intelek, ayahnya tenggelam membaca di barisan tempat duduk di depan ibu dan anak-anaknya. Agar tidak rewel dan bosan, maka si ibu membukakan makanan ringan &#8220;Taro&#8221; kepada anaknya. Dalam mengambil snack tersebut, ada beberapa yang tercecer di lantai. Setelah habis makanan itu dengan ringannya, si ibu menjatuhkan bungkus makanan ringan itu ke lantai.  Maka, terjadilah pemandangan yang tidak seindah bukit dan persawahan yang disajikan di luar gerbong. </p>
<p style="text-align:justify;">Sangat disayangkan hal itu terjadi, bahkan dari keluarga yang intelek.  Namun hal itu baru saya temui sekali dalam beberapa perjalanan yang saya lakukan dengan transportasi umum itu.  Semoga semakin banyak orang yang akan menyadari untuk memelihara kebersihan gerbong demi kepentingan bersama. </p>
<p>Andaikata masyarakat luas menggunakan alat transportasi ini untuk bepergian kekedua kota tersebut, pasti penghembatan bbm akan sangat terasa, sehingga mungkin pemerintah tidak perlu selalu merevisi harga dan juga polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor juga akan berkurang dengan drastis.  Belum lagi dapat meningkatkan kesejahteraan para pegawai dan petugas kereta api. </p>
<p style="text-align:justify;">Namun, masih ada segelintir kalangan yang berpikir, bahwa dengan menumpang transportasi umum yang tersedia, menurunkan gengsi mereka.  Konotasi bahwa kendaraan umum yang disediakan hanya untuk kalangan bawah.  Tanpa mempertimbangkan untuk lebih menyayangi bumi yang telah tua ini dengan cara yang sederhana, sehingga anak cucu kita dapat juga menikmati segala yang kita nikmati sekarang ini.</p>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22684.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-70" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22684.jpg?w=216&#038;h=300" alt="" width="216" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Konotasi bahwa Prameks itu kotor dan banyak copet sudah seharusnya dihilangkan, karena terlihat bahwa PT.KAI berusaha keras untuk merubah image yang sebelumnya bercokol pada jalur ini, sehingga mendapat tanggapan dan animo yang lebih daripada sekarang ini, sehingga jadwal dapat ditambahkan lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kedua kota tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin inilah salah satu cara kita dalam mengantisipasi kenaikan bbm dengan menggunakan skala prioritas dalam menyikapi peningkatan kebutuhan hidup dewasa ini.</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;">Ternyata, dengan KA. PRAMEKS not bad at all&#8230;.not bad at all !!!</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;">JADWAL BERANGKAT PRAMEKS dari:</p>
<p style="text-align:left;">S O L O :</p>
<p style="text-align:left;">Jam : 05.45  ;  07.15  ;  08.45  ;  10.05  ;  11.40  ;  12.55  ;  14.50  ;  16.16  ;  17.45  ;  18.45</p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;">JOGYAKARTA :</p>
<p style="text-align:left;">Jam : 07.58  ; 09.30  ;  11.11  ;  12.30  ;  14.17  ;  15.05  ;  17.12</p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=60&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/18/prameks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22641.jpg?w=200" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22721.jpg?w=230" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/422_22684.jpg?w=216" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LASEM</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/06/lasem/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/06/lasem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 18:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[
 
Menjelang waktu makan malam kami sampai di Lasem, setelah menempuh perjalanan yang panjang, kondisi jalan yang jelek, serta macet yang lumayan lama di daerah Welahan-Kudus dan Pati-Rembang.  Karena kami buta terhadap kota itu, maka muncul ide untuk berhenti dan mencari referensi untuk tempat makan dan menginap.
Kami memutuskan untuk bertanya di toko P&#38;D, yang menjual berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=55&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/416_1693.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-56" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/416_1693.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p> </p>
<p>Menjelang waktu makan malam kami sampai di Lasem, setelah menempuh perjalanan yang panjang, kondisi jalan yang jelek, serta macet yang lumayan lama di daerah Welahan-Kudus dan Pati-Rembang.  Karena kami buta terhadap kota itu, maka muncul ide untuk berhenti dan mencari referensi untuk tempat makan dan menginap.</p>
<p>Kami memutuskan untuk bertanya di toko P&amp;D, yang menjual berbagai makanan keci dan minuman, yang lumayan besar.  Di depan toko itu berkumpul tiga bapak yang sedang &#8220;kongkow&#8221;.  Mereka berlomba-lomba memberikan referensi tempat menginap dan rumah makan yang baik dan menurut mereka lebih baik kami kembali ke Rembang untuk menginap dan mengisi perut yang mulai &#8220;berbisik&#8221;.  Kota Rembang yang hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Lasem, yang tadi sudah kami lewati. Akhirnya kami mengikuti saran mereka dan kembali ke Rembang dan menginap di hotel Kencana yang terletak di pusat kota, berdekatan dengan alun-alun.</p>
<p>Hotel kecil yang bersih, lengkap dengan AC, TV, Kulkas dan tempat tidur double dan single. Cukup untuk mengakomodir kami bertiga.  Setelah check-in, kami pergi kedaerah alun-alun untuk mencari makan malam.  Diseputar alun-alun begitu banyak makanan yang dijajakan.  Umumnya mereka menawarkan ayam goreng/bakar. </p>
<p>Keesokan paginya kami kembali ke kota Lasem yang terkenal dengan batiknya yang unik, karena corak dan warna yang ditampilkan.  Tujuan pertama adalah ke pantai Lasem, yang merupakan pantai nelayan dengan kapal-kapal yang menyerupai &#8220;Jung&#8221; Cina, yang di cat warna-warni. Tersebar di sepanjang pantai.  Selain batik yang indah dan unik, ternyata Lasem juga menyimpan berbagai bangunan kuno yang tersebar di seluruh kota yang membuat mata dan lidah berdecak kagum.  Bangunan-bangunan yang begitu kental dengan arsitektur Cina, seakan sedang berada di negara tirai bambu. </p>
<p>Di tambah lagi dengan keramahan penduduknya kepada pengunjung dari luar kota, sungguh memberikan kesan yang menyenangkan.  Kotanya yang kecil memungkinkan bagi para penduduk saling mengenal satu dengan yang lain.  Kerukunan dan pembauran dirasakan sangat kental, sehingga terasa harmonisasi dari penduduknya yang terdiri dari berbagai tingkatan sosial ekonomi.  Sopan santun dirasakan juga begitu kental dengan kehidupan mereka.  Tidak segan juga untuk menceritakan sejarah kota Lasem, seperti yang dilakukan oleh Bapak Sigit ketika menerima kami di rumahnya, kendati sebelumnya belum saling mengenal.  Juga tetangga beliau, Bapak Widji Soeharto sempat mengundang saya untuk mengambil foto di rumahnya yang ber-arsitektur Cina-Eropa.  Suatu keramahan yang langka pada jaman sekarang ini, dimana masyarakat cenderung apatis dan individualis.  Saya sempat canggung akan keramahan ini, yang merupakan satu kemewahan tersendiri.</p>
<p>Terdapat  kelenteng Cu An Kiong di Jalan Dasun, Poo An Bio di Jalan Karangturi, Gie Yong Bio di Jalan Babagan. Ketiga kelenteng ini ukiran-ukiran Cina yang sangat halus, di sinyalir ukiran-ukiran tersebut dilakukan oleh pengukir-pengukir yang didatangkan dari daratan Cina.  Yang membedakan kelenteng Gie Yong Bio di Jalan Babagan dengan yang lainnya, adalah dengan berdirinya patung Raden Margono, Tan Kee Wie dan Oei Ing Kiat dimana mereka bahu-membahu melawan VOC pada tahun 1742.  Pemberontakan ini di kenal dengan nama Perang Godo Balik.</p>
<p>Kerukunan diantara masyarakat Lasem sudah tercipta beberapa abad yang lalu, selain masyarakat Tionghoa yang mayoritas beragama Kong Hu  Cu itu, mempunyai falsafah di empat penjuru benua adalah rumah/tempat tinggal dan setiap manusia adalah saudara, sesuai yang tersirat dalam kitab Kong Hu Cu.  Aspek-aspek inilah yang melatarbelakangi keramahan dari masyarakat Lasem pada umumnya. </p>
<p>Ternyata tidak saja batik Lasem yang cantik, namun budi pekerti masyarakat Lasem juga tidak kalah cantiknya. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=55&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/05/06/lasem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/05/416_1693.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SOLO BATIK CARNIVAL</title>
		<link>http://v3ist.wordpress.com/2008/04/16/solo-batik-carnival/</link>
		<comments>http://v3ist.wordpress.com/2008/04/16/solo-batik-carnival/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 19:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>connie lianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JAWA TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v3ist.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[
Hari Minggu, tanggal 13 April 2008 siang, pedestarian yang dikenal dengan &#8220;City Walk&#8221; di kota Solo, terlihat dipadati oleh masyarakat.  Sederetan kios-kios yang menawarkan berbagai produksi batik berjejer di sepanjang jalan protokol, Jalan Slamet Riyadi. Event ini dalam rangka mendukung Solo Batik Carnival yang rencananya di gelar pada puku 14.00 pada hari yang sama.

Keresahan dan kebosanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=49&subd=v3ist&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1319.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-50" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1319.jpg?w=283&#038;h=316" alt="" width="283" height="316" /></a></p>
<p>Hari Minggu, tanggal 13 April 2008 siang, pedestarian yang dikenal dengan &#8220;City Walk&#8221; di kota Solo, terlihat dipadati oleh masyarakat.  Sederetan kios-kios yang menawarkan berbagai produksi batik berjejer di sepanjang jalan protokol, Jalan Slamet Riyadi. Event ini dalam rangka mendukung Solo Batik Carnival yang rencananya di gelar pada puku 14.00 pada hari yang sama.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1306.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-51" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1306.jpg?w=306&#038;h=356" alt="" width="306" height="356" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Keresahan dan kebosanan dalam menunggu. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sesuai dengan kebiasaan sosial di Indonesia, maka parade Solo Batik Carnival mengalami keterlambatan yang cukup signifikan, 1,5 jam dari jadwal.  Pada pukul 15.30 terlihat dua mobil pemadam kebakaran mengawalinya membuka jalan, di susul oleh dua mobil tanki dari PDAM yang bertugas untuk membasahi jalan protokol itu untuk mengurangi suhu aspal, guna keperluan karnival.  Di belakang tangki PDAM adalah mobil polisi sebagai penutup pelebaran jalan untuk keleluasaan para peserta carnival yang akan melewati jalan itu.  Masyarakat Solo begitu antusias menyambut acara ini, dengan sabar menunggu dan berjejer di sepanjang bahu jalan di bawah terik matahari.  Karena antusias masyarakat dan ketidak sabaran, maka hampir seluruh jalan tertutup oleh kerumunan dan tiada henti mereka menengok ke arah timur, dimana parade di mulai.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1272.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-52" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1272.jpg?w=442&#038;h=318" alt="" width="442" height="318" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Elka Pangestu</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ikut mengambil bagian dalam parade itu adalah Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu beserta ajudan dan staffnya, yang semuanya adalah perempuan, dengan menaiki kereta kencana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, juga beberapa tamu Pemerintah Kota Surakarta di kereta yang berlainan.  Kereta-kereta kuno dengan kondisi baik dan terpelihara, seakan membawa masyarakat kembali pada jaman dahulu kala, di tambah lagi dengan barisan para prajurit dengan kostum prajurit Jawa dengan senjata dan tombak.  Menteri Perdagangan menebarkan senyumnya kepada masyarakat yang berkerumun di pinggir jalan.  Sempat terdengar ada yang menyeletuk untuk menghimbau kepada Ibu Mari Pangestu untuk tidak menaikkan harga minyak goreng dan dijawab &#8220;Mudah-mudahan&#8221; sembari diiringi senyum.  Ada juga yang mendekati Ibu Menteri dan berdialog ringan dengan menyampaikan pada Ibu Menteri bahwa mereka juga berasal dari kota Semarang, dimana adalah juga merupakan kota asal Ibu Mari Pangestu. Spontanitas seperti itu merupakan satu kesempatan Ibu Menteri dalam menangkap keluhan dan masukan dari masyarakat Solo yang mereka sampaikan secara spontan. Semoga dapat dijadikan bahan pemikiran dalam mengambil langkah-langkah untuk kepentingan masyarakat luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ide carnival batik ini adalah suatu langkah pemerintah kota Surakarta dalam mempromosikan batik sebagai komoditi dan usaha untuk memasyarakatkan pemakaian baju batik. Adakah aksi ini terinspirasi oleh ajaran Mahatma Gandhi dengan swadeshi, yang dimana dewasa ini telah terbukti kekuatannya bagi negara India.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1270.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-53" src="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1270.jpg?w=411&#038;h=257" alt="" width="411" height="257" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kereta Kencana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat</em></p>
<p style="text-align:justify;">Interval dari satu rombongan ke rombongan yang lain menimbulkan kevakuman yang cenderung panjang, sehingga keselarasan dalam menampilkan karnival/parade terputus alur gambaran yang akan disampaikan.  Kevakuman itu mengubah antusiasme menjadi kebosanan dalam menunggu yang berkepanjangan.  Bayangan saya saat membaca judul &#8220;SOLO BATIK CARNIVAL&#8221; yang membuat pikiran saya melayang pada Carnival di Brazil ataupun yang di Pasadena (mungkin agak berlebihan ya!) menjadi sirna. </p>
<p style="text-align:justify;">Setelah penantian yang serasa tiada berujung itu, membuahkan kebosanan dan keletihan yang tidak bisa diungkapkan.  Dengan langkah gontai, saya meninggalkan parade &#8220;heboh&#8221;, menaiki sebuah becak yang membawa saya kembali ke Sasono Gondopuri, dimana kendaraan saya berada. Menuju pulang kerumah, sebelumnya meneguk dua gelas es jeruk, terasa menyegarkan tenggorokan yang telah mengering dari tadi.  Maklum, karena takut terlambat (saya lupa akan kebiasaan jam karet), dengan sigap stand by di kerumunan jam 14.00 sesuai dengan pemberitaan di radio dan yang terpampang di sepanjang jalan protokol Solo, Jalan Slamet Riyadi.  Semoga tahun mendatang, acara yang direncanakan akan diadakan setiap tahun dapat lebih profesional dan tepat waktu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/v3ist.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/v3ist.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v3ist.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v3ist.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v3ist.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v3ist.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v3ist.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v3ist.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v3ist.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v3ist.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v3ist.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v3ist.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v3ist.wordpress.com&blog=2432285&post=49&subd=v3ist&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v3ist.wordpress.com/2008/04/16/solo-batik-carnival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ce165ed868f424afa281d2b285231d2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">connie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1319.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/413_1306.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1272.jpg?w=400" medium="image" />

		<media:content url="http://v3ist.files.wordpress.com/2008/04/412_1270.jpg?w=400" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>