
Stadhuis jaman VOC
Museum Jakarta terletak di bagian kota, Jakarta Barat. Pada jaman VOC, gedung itu dikenal sebagai STADHUIS, dimana menjadi pusat pemerintahan Belanda di indonesia. Kini, masih berdiri dengan tegak menantang jaman.
Bangunan yang bertingkat 2 menghadap ke square yang cukup luas, konon disitulah eksekusi hukum gantung dilaksanakan untuk para kriminal dan musuh VOC, yang biasanya dihadiri oleh masyarakat luas dan para petinggi VOC, menyaksikan dari jendela balkon yang berada ditengah gedung tersebut.
Bahan yang digunakan di gedung itu, merupakan bahan yang istimewa, kayu-kayu jati yang tebal dengan diameter sekitar 40cm menyangga bangunan itu, dipadu dengan tembok-tembok besar dan tebal, rangka pintu dan daun pintu dari kayu jati pilihan yang kualitas terbaik pula. Papan-papan lebar, sekitar 30-40cm menghiasi lantai-lantai di bangunan itu. Di dominir dengan cat berwarna merah pada rangka dan daun pintu, juga balister tangga yang seluruhnya dari kayu jati, yang ukuran dan kualitasnya telah punah kini.

Walaupun telah sekian abad gedung itu berdiri tegak di kota Jakarta, namun aura keangkuhan masih sangat terasa, sekalipun gedung itu telah berubah fungsi sebagai museum sejarah Jakarta, di pajang berbagai mebel peninggalan VOC, seperti lemari arsip raksasa, kursi dan meja rapat, tempat tidur, pedang, dan sebagainya. yang semuanya membuat para pengagum barang antik berdecak kagum akan bahan dan keindahannya. Bisa dibayangkan bagaimana pada jaman itu, para penjajah negara ini hidup berkelimpahan di tengah masyarakatnya yang hidup serba kesulitan dan kekurangan.

Lemari Arsip

Maskot VOC
Informasi yang sangat minim tentang gedung tersebut sangatlah saya sayangkan, karena bagi pengunjung yang tidak begitu mengerti tentang sejarah Indonesia di bawah VOC, hanyalah menjadi tempat berkunjung yang gratis dan mengagumi kemegahan gedung ini beserta segala ornamaen dan mebel yang dipajang didalamnya.

Ada ruangan bawah tanah yang di penuhi air yang cukup dalam, menurut saya adalah saluran air, agar tidak terjadi banjir, seperti pada umumnya gedung-gedung jaman Belanda, seperti yang terdapat di Lawang Sewu, Semarang. Gelap dan terkesan angker saat melongok kedalamnya.

Plakat Peresmian gedung VOC 1707

Semoga di masa mendatang akan lebih banyak informasi tentang gedung itu, sehingga tidak hanya sekedar untuk wisata arsitektur, tapi juga dapat menambahkan pengetahuan pada pengunjungnya. Dalam hal tidak memungut biaya apapun di museum tersebut, membuat segala lapisan masyarakat Jakarta dan Indonesia tidak ragu mendatanginya. Sehingga semakin hari, semakin banyak masyarakat yang mengunjunginya.











lorong berisi air adalah penjara wanita bawah tanah
Oleh: vincent on Agustus 16, 2009
at 10:25 am
Terima kasih Vincent, untuk tambahan informasinya. memang sayang, kita tidak bisa mendapatkan banyak informasi tertulis di setiap ruang di museum tersebut.
sehingga kadang terkesan hanya sebatas barang antik exhibition:)
Oleh: connie lianto on September 21, 2009
at 12:29 pm