Oleh: connie lianto | April 16, 2008

SOLO BATIK CARNIVAL

Hari Minggu, tanggal 13 April 2008 siang, pedestarian yang dikenal dengan “City Walk” di kota Solo, terlihat dipadati oleh masyarakat.  Sederetan kios-kios yang menawarkan berbagai produksi batik berjejer di sepanjang jalan protokol, Jalan Slamet Riyadi. Event ini dalam rangka mendukung Solo Batik Carnival yang rencananya di gelar pada puku 14.00 pada hari yang sama.

Keresahan dan kebosanan dalam menunggu.

Namun, sesuai dengan kebiasaan sosial di Indonesia, maka parade Solo Batik Carnival mengalami keterlambatan yang cukup signifikan, 1,5 jam dari jadwal.  Pada pukul 15.30 terlihat dua mobil pemadam kebakaran mengawalinya membuka jalan, di susul oleh dua mobil tanki dari PDAM yang bertugas untuk membasahi jalan protokol itu untuk mengurangi suhu aspal, guna keperluan karnival.  Di belakang tangki PDAM adalah mobil polisi sebagai penutup pelebaran jalan untuk keleluasaan para peserta carnival yang akan melewati jalan itu.  Masyarakat Solo begitu antusias menyambut acara ini, dengan sabar menunggu dan berjejer di sepanjang bahu jalan di bawah terik matahari.  Karena antusias masyarakat dan ketidak sabaran, maka hampir seluruh jalan tertutup oleh kerumunan dan tiada henti mereka menengok ke arah timur, dimana parade di mulai.

Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Elka Pangestu

Ikut mengambil bagian dalam parade itu adalah Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu beserta ajudan dan staffnya, yang semuanya adalah perempuan, dengan menaiki kereta kencana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, juga beberapa tamu Pemerintah Kota Surakarta di kereta yang berlainan.  Kereta-kereta kuno dengan kondisi baik dan terpelihara, seakan membawa masyarakat kembali pada jaman dahulu kala, di tambah lagi dengan barisan para prajurit dengan kostum prajurit Jawa dengan senjata dan tombak.  Menteri Perdagangan menebarkan senyumnya kepada masyarakat yang berkerumun di pinggir jalan.  Sempat terdengar ada yang menyeletuk untuk menghimbau kepada Ibu Mari Pangestu untuk tidak menaikkan harga minyak goreng dan dijawab “Mudah-mudahan” sembari diiringi senyum.  Ada juga yang mendekati Ibu Menteri dan berdialog ringan dengan menyampaikan pada Ibu Menteri bahwa mereka juga berasal dari kota Semarang, dimana adalah juga merupakan kota asal Ibu Mari Pangestu. Spontanitas seperti itu merupakan satu kesempatan Ibu Menteri dalam menangkap keluhan dan masukan dari masyarakat Solo yang mereka sampaikan secara spontan. Semoga dapat dijadikan bahan pemikiran dalam mengambil langkah-langkah untuk kepentingan masyarakat luas.

Ide carnival batik ini adalah suatu langkah pemerintah kota Surakarta dalam mempromosikan batik sebagai komoditi dan usaha untuk memasyarakatkan pemakaian baju batik. Adakah aksi ini terinspirasi oleh ajaran Mahatma Gandhi dengan swadeshi, yang dimana dewasa ini telah terbukti kekuatannya bagi negara India.

Kereta Kencana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Interval dari satu rombongan ke rombongan yang lain menimbulkan kevakuman yang cenderung panjang, sehingga keselarasan dalam menampilkan karnival/parade terputus alur gambaran yang akan disampaikan.  Kevakuman itu mengubah antusiasme menjadi kebosanan dalam menunggu yang berkepanjangan.  Bayangan saya saat membaca judul “SOLO BATIK CARNIVAL” yang membuat pikiran saya melayang pada Carnival di Brazil ataupun yang di Pasadena (mungkin agak berlebihan ya!) menjadi sirna. 

Setelah penantian yang serasa tiada berujung itu, membuahkan kebosanan dan keletihan yang tidak bisa diungkapkan.  Dengan langkah gontai, saya meninggalkan parade “heboh”, menaiki sebuah becak yang membawa saya kembali ke Sasono Gondopuri, dimana kendaraan saya berada. Menuju pulang kerumah, sebelumnya meneguk dua gelas es jeruk, terasa menyegarkan tenggorokan yang telah mengering dari tadi.  Maklum, karena takut terlambat (saya lupa akan kebiasaan jam karet), dengan sigap stand by di kerumunan jam 14.00 sesuai dengan pemberitaan di radio dan yang terpampang di sepanjang jalan protokol Solo, Jalan Slamet Riyadi.  Semoga tahun mendatang, acara yang direncanakan akan diadakan setiap tahun dapat lebih profesional dan tepat waktu


Tanggapan

  1. Bagus sekali event kemarin itu. Kalo tahun depan ada lagi, semoga bisa lebih baik.

  2. alliteration says : I absolutely agree with this !

  3. Somehow i missed the point. Probably lost in translation :) Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Repast
    .

  4. kota solooo.. emang uniiikk… percampuran budaya kraton sama modern……traditional end futuristic…..sungguh indaaah…

  5. kapan-kapan kalau ada l;agi kasih tahu atuh ke bandung


Beri tanggapan

Your response:

Kategori