Oleh: connie lianto | Maret 16, 2008

SEKILAS TENTANG RUMAH SAKIT KHUSUS ALVERNO

408_0804.jpg

408_0804.jpg

Pada tanggal 17 November 1925, di atas lahan milik Keuskupan Agung Pontianak, seluas 2 hektare yang terletak di Jalan Gunung
Sari, Singkawang, berdirilah Rumah Sakit Khusus Kusta Alverno, yang pengelolaannya dipercayakan kepada Kongregasi Suster Fransiskanes Imacullate Conception (SFIC).  Keadaan sekitarnya begitu alami, dikelilingi tanaman hijau yang asri, bunga bougenville dan lainnya tumbuh subur.  Rumah biara yang seluruhnya dibangun dengan kayu ulin yang hitam, yang terleta
k di bagian atas, dapat melihat ke seluruh penjuru areal rumah sakit. Suara burung yang sekali-kali memecah keheningan tempat ini, membuat betah siapapun yang datang bertandang kesini.  Taman yang indah yang mengelilingi tempat ini, semuanya dikerjakan oleh para eks pasien yang telah sembuh.  Jalan beraspal yang mulus, bangsal-bangsal yang bersih dan rapi, selaras dengan gunung sari dan hutan lindung yang mengelilinginya. Sekilas suasanannya bagaikan rumah retret. 

 

 

RUMAH SAKIT KHUSUS ALVERNO

 

Jumlah pasien yang di rumah sakit ini berjumlah 40an dan semuanya telah sembuh total.  Namun, mereka tetap berada di sana kendati telah sembuh, karena tidak pernah di tengok oleh sanak keluarga.  Sehingga nyaris para suster pengelola dan sesama penderita kusta menjadi keluarga mereka. Keluarga mereka malu terhadap penyakit yang dideritanya, walaupun telah dinyatakan sembuh secara medis.  Namun tetap menjadi momok yang menakutkan dan memalukan bagi keluarga penderita.  Oleh sebab itu, setiap hari minggu, Sr. Bernardin Fransisca Kartini, SFIC menyempatkan untuk memberi siraman rohani, untuk menguatkan mental mereka yang terpuruk karena rasa minder dan hina, disamping kesibukannya sebagai kepala sekolah SD.SUSTER Singkawang.  Sayang, saya tidak mempunyai kesempatan ikut mendengarkan materi yang disampaikannya, karena pada saat kunjungan saya, tidaklah bertepatan dengan hari minggu. Hujan yang mengguyur sepanjang sore itu membuat saya tidak dapat mengelilingi bagian-bagian bangunan itu, melainkan hanya dapat melihat dari luar saja. 

Saat ini ada empat suster yang menetap di biara tersebut, yaitu Sr. Edmunda,SFIC yang bertugas mengurus rumah tangga biara, Sr. Angelita,SFIC, yang bertugas di rumah sakit Khusus Alverno, Sr. Bernardin Fransisca Kartini,SFIC sebagai kepala sekolah SD.Suster Singkawang dan Sr. Yasinta,SFIC sebagai kepala sekolah TK.SUSTER Singkawang.

Pada suatu sore, hujan yang tiada henti mengguyur kota Singkawang, juga daerah Gunung Sari, suster Angelita  yang baru saja pulang dari bertugas di Rumah Sakit Alverno mengatakan baru selesai operasi, namun beliau tidak menjelaskan lebih rinci tentang itu. Terlihat kelelahan di raut wajahnya. Namun ada ketulusan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

408_0827.jpg

Kecerian Suster Yasintha sebagai suster yang termuda di biara senantiasa menambah warna dalam kehidupan biara.  Ketulusan dan pengabdian mereka masing-masing dalam karya kerasulan mereka memberikan kontribusi bagi masyarakat Singkawang. Terima kasih atas pengabdiannya. Terima kasih atas cintanya pada manusia yang terisolasi dari keluarga dan masyarakatnya.


Tanggapan

  1. mantap suster teruskan
    merdeka

  2. suster,,,,,thanks y atas pengabdian’na,,,,,
    shgga saudara2 kita yg sakit kusta akan slllu mrsa ad yg perhtikan,,,,,
    GBU,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  3. HAI TEMAN YANG BERADA DI ALVERNO INI SRI DARI NERDERLAN SRI SENANG MELIAT ALVERNO BAGUS SEKALI SRI PULANG BULAN SEPTEMBER KEMARIN SRI PERGI KESUSTER


Beri tanggapan

Your response:

Kategori