Perjalanan dari Ende ke Moni memakan waktu sekitar 1,5 jam. Jalan berkelok-kelok, pemandangan indah, dikelilingi bukit, lembah dan juga melewati sungai bebatuan yang airnya seperti air sabun (maaf, tidak tahu nama sungainya).
Sebelum berhenti di Moni, kami melanjutkan perjalanan ke Jopu dulu, sempat melihat rumah asli Jopu dengan atap ilalang yang tinggi. Jalan yang tidak begitu bagus, agak bebatuan. Sampai kembali ke Moni sore hari, karena di Jopu dan sekitarnya sempat berkunjung kesalah satu rumah kenalan. Kami di undang makan siang di rumahnya dan beramah tamah. Pada saat kami pamit, mereka memberikan syal tenun ikat sebagai tanda mata. Ternyaata itu adalah kebiasaan disana pada saat bertamu untuk pertama kali. Moni adalah desa kecil yang hanya terdiri dari satu jalan dan banyak penduduk yang mengusahakan homestay. Di Moni ada satu hotel namanya Sao Wisata Bungalow yang terletak di luar Moni dan berada di bukit. Pemandangan yang sungguh indah, namun kelihatannya kurang terawat baik. Kami tadinya akan menginap di sana, namun yang menjaga tidak ada di tempat. Hotel dibiarkan kosong (kelihatannya memang daerah Moni begitu aman tenteram), karena receptionistnya ke daerah lain untuk mencari komponen untuk mesin diesel yang rusak. Kami batal menginap disana dan kemudian menuju ke Hotel Flores Sareh. Tempat tidur yang bersih, kamar besar juga kamar mandinya. Namun sayangnya tidak ada pemandangan. Menjelang sore hari, kami diinformasikan sebentar lagi akan mati lampu sampai dengan jam 10, pemutusan listrik bergantian oleh PLN. Maka kami diberikan lilin. Untungnya kami sudah siap dengan senter masing-masing. Cuaca saat kami berada disana mendung dan sempat hujan. Suasana pedesaan benar-benar terasa. Keadaan sesudah hujan begitu saya nikmati, walaupun keadaan hati sedang kacau galau. Pada pukul 7 malam, kami makan malam berupa bihun goreng di restoran hotel tersebut. Masakannya lumayan, udara agak sejuk, sehingga teh menjadi pilihan kami untuk sekedar menghangatkan tubuh. Ternyata pada saat makan malam ada tambahan beberapa turis asing dengan guidenya masing-masing. Semua dari mereka menyewa mobil beserta supir dan guide. Sesudah makan malam kami saling menyapa dan akhirnya mengobrol dengan asyik tentang turis spot yang ada di daerah flores. Sesudah cukup malam, kami pamit kembali kekamar, minum bir dan tidur, karena keesokan harinya, harus bangun jam 4 untuk menuju ke Kelimutu. Mobil yang kami sewa akan datang pada jam tersebut.










