Oleh: connie lianto | Januari 3, 2008

LABUAN BAJO


LABUAN BAJO

Originally uploaded by V3ist

Memulai perjalanan ke Pulau Flores dari Yogyakarta ke Denpasar dengan Mandala Air pada tanggal 10 Desember 2007. Kami memutuskan untuk menghabiskan 2 malam di Bali sebelum melanjutkan ke Labuan Bajo sebagai entry point di Pulau Flores.

Lama penerbangan dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar adalah 1 jam. Dengan pesawat Fokker-50 dari Maskapai PT. Indonesia Air Transport. Pertama kali melihat jenis pesawat yang tergolong kecil(masih dengan propeller disisi kiri dan kanan), tempat duduk yang sempit, segalanya serba kecil di cabin, sempat membuat hati berdegub. Seat di pesawat dari bahan kulit, membuat agak nyaman, walaupun sempit. Kami mendapat nomer tempat duduk 4A&B, persis di propeller. Pesawat dijadwal jam 10.00 pagi. Deru mesin pesawat yang berisik menemani kami selama perjalanan. Didalam pesawat kami disuguhi dus makanan yang berisi snack dan air minum mineral. Cuaca hari itu terang dan matahari bersinar. Hari yang bagus untuk memulai petualangan di Flores.

Sampai di Labuan Bajo sekitar jam 11.45, karena waktu di Denpasar ada sedikit keterlambatan dan menunggu giliran take off. Bandara di Labuan Bajo masih baru, kecil dan kosong. Panas matahari segera menyengat kulit. Tidak ada porter ataupun kereta untuk koper, ataupun belt untuk bagasi. Segalanya manual. Karyawan airlines harus mendorong kereta yang membawa bagasi secara manual dan mendekatkannya pada gedung bandara yang berjarak lumayan dekat, namun harus melewati tanah kosong, yang saya perkirakan nantinya untuk taman. Kereta bagasi di”parkir” di teras bandara yang letaknya lebih tinggi dari tanah. Dan mulailah mereka membongkar muatannya. Ternyata pertama kali yang dibongkar adalah kargo (?). Segera terjadi keruwetan. Penumpang segera mengerubungi barang-barang yang dibongkar. masing-masing berlomba mengambil bagasinya. Barang bawaan kami lumayan banyak, karena teman saya sekalian pindah ke Ende. Kacaunya, tidak tersedia trolley. Agak bingung bagaimana mengangkat semua itu dengan 4 tangan yang kami miliki. Untunglah supir yang menjemput kami dapat masuk ke ruang baggage claim dan membantu kami membawakan. Dibalik pintu dan jendela kaca berjejer begitu banyak penjemput yang telah menunggu. Kami sempat kewalahan mencari jalan menuju ke mobil yang telah menunggu, karena berjubelnya penjemput. FYI, sepertinya harus punya kenalan untuk menjemput di bandara tersebut, karena saya tidak melihat adanya taksi bandara yang dapat ditumpangi, walaupun letak bandara tidaklah terlalu jauh dari pusat kota.

Kami makan siang di tempat menginap di Kampung Ujung. Letaknya dekat dengan pelabuhan. Setelah makan siang, kami memutuskan untuk berjalan-jalan melihat keadaan di pelabuhan. Indah sekali dengan pulau-pulau yang terlihat oleh pandangan mata, ada bukit yang mengelilingi. Kapal nelayan, yacht, juga kapal PELNI bersandar di tempatnya masing-masing. Udara menjelang sore terasa agak sejuk dibandingkan dengan siang tadi. Sempat berhenti di warung untuk membeli coca cola dan sandal jepit. Kami menyelusuri jalan yang belum selesai dibangun, menaiki bukit, melintasi rumah-rumah penduduk yang berada dibawah bukit, yang semuanya terdiri dari rumah panggung, tanpa kami sadari, sampailah kami pada restoran Paradise, pernah kubaca di internet. Sayangnya sampai disana hujan gerimis, kami memesan kopi, teh dan supermi goreng. Sayangnya supermi goreng begitu asin. Menjelang sore kami kembali ke tempat kami menginap, dengan agak menyesal karena tidak berhasil untuk melihat sunset yang terkenal indah dipandang dari Restoran Paradise yang berada di atas bukit.

Keesokan harinya dengan menyewa perahu nelayan, kami pergi menjelajahi pulau Rinca, yang terdapat komodonya, Pulau Seraya yang ada pondok untuk menginap, Pulau Batu Gosok yang ada resortnya, Pulau Bidadari yang terkenal dengan pasir putih dan laut birunya. Berenang, snorkling dan sun tanning di buritan kapal yang cukup besar. Makan siang telor ceplok dan nasi putih yang enak dalam perjalanan. Puas dengan keindahannya. Kami pulang sempat melihat sunset dari tempat kami menginap. Walaupun tidak ke restoran Paradise lagi, namun sunset yang menimbulkan berbagai warna di langit membuat kami terdiam menatap keindahan itu.

Keesokannya, kami sarapan dan bersiap untuk meninggalkan Labuan Bajo menuju Ruteng. Rencana ingin menggunakan Labuan Bajo Express, jasa travel, namun schedulenya jam 13,00. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil Panther ke Ruteng. Perjalanan diperkirakan sekitar 5jam.

Dalam perjalanan ke Ruteng, kami sempat juga singgah di batu cermin, yang merupakan dasar laut pada jaman dahulu, sehingga gua yang lumayan besar terdiri dari batu karang, fosil ikan, kura-kura dan membentuk kristal yang bersinar apabila terkena cahaya. Namun karena keindahan itu belum tersentuh oleh modernisasi, sehingga kami harus menaiki tangga kayu yang darurat dan terkesan seadanya, paku yang sudah hampir lepas, keadaan gua yang gelap, senter sangat diperlukan, di tengah gua yang pekat gelap, hidup kelelawar. Ada rasa merinding juga, mungkin karena gelapnya. Kami masuk ke gua di antar oleh Rangernya. Untuk masuk ke gua itu harus membayar retribusi sebesar 15ribu rupiah per orang.

Jalan menuju Ruteng berkelok-kelok, melewati hutan, ngarai dan lembah, pemandangan bukit hijau. Kadang jalan berlubang, dengan belokan-belokan tajam, pada saat berpapasan dengan mobil, bis ataupun truk begitu sempit, seringkali kami harus mundur untuk memberi jalan kepada mereka. Driving skill dan intuisi tajam diperlukan dalam mengendarai mobil disini. Lamanya perjalanan dikarenakan kendaraan tidak dapat melaju karena kondisi jalan yang berkelok-kelok setiap saat, membelah bukit dan gunung. Pemandangan begitu indahnya. WOW!!!


Tanggapan

  1. sepertinya saya selalu ingin pulang teringat percikan air labuhan yang indah

  2. baca posting ini.. sepertinya keputusan sayah untuk memilih labuhan bajo sebagai titk singgah sayah selama 6 bulan ke depan tidak salah.. salam kenal..

  3. Yep…mang tempat ini indah banget. saya baru dua tahun tinggal dekat bandara Komodo, karena orang tua pindah tugas ke sni. yang kurang dari Kota ini adalah sentuhan modernisasi.

  4. saya memilih Labuan bajo sebagai tempat lahir saya,setelah sekian lama runding sama Tuhan n ortu…hee.he..
    i mizzz u labuan bajo….kpn y biza nataL lg disoNo….
    semoga 5 taon lg ada perkmbangan positif dalam pembangunan dan pemerintahan….amin…

    salam Q tuk pak engel soe ibu rin soe…Tuhan mmberkati,,,,

  5. Aduh…bajo yang indah, aku ingin semua kisah ada disana.me, him n labuan bajo.

  6. Wetsss…ccttt..ccttt…Bajo yang permai.aku ingin semua kisah ada disana.me, him n labuan bajo.

  7. Labuan Bajo memang indah terutama lautnya,boleh tanya ndak pesawat dari Bali ke labuan Bajo apa ya dan berangkat pkl berapa dari Bali.Trim info

    • saya lupa jadwal yang persis, karena keliatannya mereka suka merubah schedulenya. kalau tidak salah waktu itu saya pakai trigana ato sejenisnya. bisa cek ke bandara ngurah rai.

  8. waooo jadi pingin kesana tapi naik motor cycle dari mataram

  9. labuanbajo memang daerah yang sangat potensial tergantung bagaiman kita memenetsnya dari berbagai sektor.untuk saya sih siap untuk memajukan daerah labuan bajo dengan saya pergi kuliah lagi dan setelah pulang harus berkiprah dengan pengetahuan dan pengalaman saya di kampus dan studi banding dengan daerah lain di terapkan demi kemajuan daerah kita. yakinlah.

  10. Labuan Bajo terlalu indah. Sayang kalo dirusakkan oleh tangan-tangan jahil. Biarkan Labuan Bajo jadi kota pariwisata yang unik, bukan kota tambang lho!

  11. salam kenal, wah blog ini sangat pas dengan rencana saya ke labuan bajo-ruteng. kira2 di ruteng apa lagi yang bisa di eksplore ya…dan sebaiknya PP saja atau bermalam, kalau bermalam mungkin bisa bantu info penginapan…? terimakasih

    • hi aulie,
      mungkin utk labuan bajo- ruteng, anda tidak bisa pulang hari, karena perjalanan sekitar 5 jam per trip. ditengah jalan ada spider web paddy field juga.
      di ruteng ada traditional village dan off ruteng ada permandian air panas yg gampang diakses. untuk menginap, banyak tersedia hotel melati/bintang satu disana. waktu itu saya menginap di tempat teman. selamat menikmati perjalanannya.

  12. indah banget ya… jadi pengeeeeeeeeeeeeeeeen

    • ubicycle,
      semoga bisa tercapai keinganannya ya.
      salam


Beri tanggapan

Your response:

Kategori